Dua macam hukum yang diberikan dalam Alkitab sering membingungkan para pelajar Alkitab. Hukum itu ialah hukum moral dan upacara. Keduanya bersumber dari Allah. Hukum moral mengutarakan kehendak Allah; hukum upacara mengutarakan Injil dalam bayangan dan lambang. Dalam kaabah Bangsa Israel mempunyai injil yang sama dengan yang kita miliki hari ini. Baca Ibrani 4:1,2.

 

1.         Hukum mana yang menyatakan dosa?

“Jika demikian, apakah yang hendak kita katakana? Apakah hukum Taurat itu dosa? Sekali-kali tidak! Sebaliknya, justru oleh hukum Taurat aku telah mengenal dosa. Karena aku juga tidak tahu apa itu keinginan, kalau hukum Taurat itidak mengatakan: Jangan mengingini!” Roma 7:7.

Catatan: Perintah yang kesepuluh yang melarang orang untuk mengingini.

 

2.         Nama lain apa diberikan Yakobus kepada sepuluh perintah itu?

“Akan tetapi, jikalau kamu menjalankan hukum utama yang tertulis dalam Kitab Suci: “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”, kamu berbuat baik. Tetapi jikalau kamu memandang muka, kamu berbuat dosa, dan oleh hukum itu menjadi nyata, bahwa kamu melakukan pelanggaran … bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya. Sebab Ia yang mengatakan: “Jangan berzinah”, Ia mengatakan juga: “Jangan membunuh.” Jadi jika kamu tidak berzinah tetapi membunuh, maka kamu menjadi pelanggar hukum … yang memerdekakan orang!” Yakobus 2:8-12.

Catatan: Di sini sudah jelas bahwa hukum kemerdekaan adalah hukum yang mengatakan “Jangan berzinah” dan “Jangan membunuh.” Yakobus juga menyebutnya “Hukum kerajaan.” Hukum itu mengandung prinsip-prinsip yang olehnya manusia akan dihakimi (diadili).

 

3.         Apa catatan pertama dari pemeliharaan hukum kurban atau upacara?

“Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah kurban yang lebih baik dari pada kurban Kain. Dengan jalan itu ia memperoleh kesaksian kepadanya, bahwa ia benar, karena Allah berkenan akan persembahannya itu dan karena iman ia masih berbicara, sesudah ia mati!” Ibrani 11:4. Baca Kejadian 4:3-5.

Catatan: Sekiranya manusia tidak berdosa, tidak perlu hukum upacara yang berhubungan dengan kurban-kurban. Sistem kurban menunjuk ke depan kepada Kristus sebagai pengharapan manusia untuk keselamatan.

 

4.         Ke atas apa dituliskan Allah kesepuluh perintah itu?

“Dan Ia memberitahukan kepadamu perjanjian yang diperintahkan-Nya kepadamu untuk dilakukan, yakni Kesepuluh Firman dan Ia menuliskannya pada dual oh batu.” Ullangan 4:13.

 

5.         Ke dalam apa ditulis Musa hukum-hukum yang diberikan Allah itu?

“Ketika Musa selesai menuliskan perkataan hukum Taurat itu dalam sebuah kitab sampai perkataan yang penghabisan.” Ulangan 31:24.

 

6.         Ke dalam apa dimasukkan kesepuluh perintah itu?

“Diambilnya loh hukum Allah dan ditaruhnya ke dalam tabut, dikenakannyalah kayu pengusung pada tabut itu dan diletakkannya tutup pendamaian di atas tabut itu.” Keluaran 40:20.

 

7.         Ke mana buku-buku yang berisi hukum-hukum upacara itu di tempatkan?

“Ambilah kitab Taurat ini dan letakkanlah di samping tabut perjanjian Tuhan, Allahmu. Supaya menjadi saksi di situ terhadap engkau.” Ulangan 31:26.

Catatan: Buku yang ditulis Musa mencakup Sepuluh Perintah. Membuat buku di samping tabut perjanjian menyanggupkan iman mendekatinya supaya mereka dapat mengetahui kehendak Allah dan dapat mengajarkannya. Tanpa pertanyaan, kenyataan bahwa Allah menulis hukum atau Kesepuluh Perintah itu di atas batu dan menempatkannya di dalam tabut perjanjian di bawah tutup pendamaian menunjukkan pentingnya Sepuluh perintah itu sebagai pusat dalam pemerintahan ilahi. Tetapi, apa yang ditulis Musa adalah berkuasa seperti buku-buku lainnya dalam Alitab, karena itu adalah Firman Tuhan.

 

8.         Bagaimana sifat Kesepuluh Perintah itu?

Bukan hanya tugas terbatas manusia kepada Allah (keempat perinta yang pertama) tetapi juga tugas manusia kepada sesamanya (Keenam perintah yang terakhir). Baca Matius 22:36-40; Roma 13:8-10; Galatia 5:14. Hukum Allah adalah rohani (Roma 7:14), luas sekali (Mazmur 119:96) karena itu mengukur alasan dan maksud hati sama seperti yang dilakukan terang-terangan (Matius 5:27, 28; Markus 7:21-23).

 

9.         Berapa nilai hukum upacara itu?

Penulis buku Ibrani mengatakan bahwa kaabah adalah “masa sekarang.” Sesuai dengan itu dipersembahkan kurban dan persembahan yang tidak dapat menyempurnakan mereka yang mempersembahkannya menurut hati nurani mereka, karena semuanya itu, di samping makanan minuman dan pelbagai macam pembasuhan, hanyalah peraturan-peraturan untuk hidup insani, yang berlaku hanya sampai tibanya waktunya pembaharuan. Ibrani 9:9,10.

Catatan: Apa maksud sistem upacara? Jika itu tidak membuat sempurna mengapa Allah memberikannya? Mengapa dari Adam sampai kepada Kristus mereka memberikan kurban jika upacara itu tidak mendatangkan keselamatan yang sebenarnya? Ini adalah lambang yang olehnya diajarkan kepada manusia rencana keselamatan. Setiap kurban membayangkan Anak Domba Allah yang akan menghapus dosa dunia ini (Yohanes 1:29).

 

10.        Apakah kematian Kristus menghancurkan Kesepuluh Perintah itu? Bagaimana rasul-rasul menghormati hukum itu?

Baca Roma 7:7,12; Yakobus 2:10-12.

Catatan: Rasul-rasul tidak melihat penyerahan Kesepuluh Perintah itu di kayu salib. Kepada mereka Kesepuluh Perintah itu adalah suci, benar dan baik dan selalu menginsafkan orang berdosa akan keperluannya. Mereka melihat peraturan-peraturan itu sebagai penuntun untuk hidup dan standar penghakiman terakhir.

 

11.        Apa pengaruh kematian Kristus di kayu salib kepada hukum upacara?

“Sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru  di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera.” Efesus 2:15.

Catatan: Kematian Kristus di kayu salib mengakhiri sistem upacara oleh karena Ia Anak Domba terhadap siapa makna semua kurban ini ditujukan. Karena Kristus sudah datang upacara ini tidak berlaku lagi. bayangan telah menemukan tujuannya.

 

Kesimpulan

              Telah diramalkan dalam nubuatan bahwa hukum yang berhubungan dengan kurban akan berakhir pada pertengahan ketujuh puluh minggu yang diperuntukkan kepada bangsa Yahudi. Ke-69 minggu yang pertama atau 483 Tarikh Masehi. pada pertengahan tujuh tahun terakhir Kristus disalibkan pada musim semi tahun 31 Tarikh Masehi. Baca Daniel 9:24-27. Apa bila Kristus tergantung di kayu salib ketika “Yasus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya. Dan lihatlah, tabir Bait suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah.” Matius 27:50,51. Kurban-kurban berakhir untuk memberikan makna lambang - tidak mempunyai arti lagi untuk menunjuk ke depan kepada Mesis yang akan datang - Kristus telah datang. Tetapi, Kesepuluh Perintah (hukum) kerajaan Allah masih menunjukkan dosa. Untuk memperoleh kemenangan atas dosa, kita harus percaya kepada Yesus.

Ayat Hari Ini

Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.

Amsal 1:7

Kutipan Hari Ini

Hidup yang murni dan suci, kehidupan yang menang atas selera dan nafsu, adalah mungkin untuk setiap orang yang mau menyatukan kelemahannya, keinginan manusia yang lemah kepada kehendak Tuhan yang kuat dan maha Kuasa

Ellen G. White, Ellen G. White, Ministry of Healing halaman 176

Apabila Anda merasa terberkati oleh pelayanan ini, dan ingin berpartisipasi melalui Donasi Anda, silahkan klik button di bawah ini.

Login Form



Alternative flash content

Requirements

Kirim Doa

Anda tidak sendirian di dunia ini. Ada saudara-saudara yang ingin berbagi untuk memikul beban bersama Anda. Sampaikan masalah Anda, dan tim doa ArtiHidupku.com akan bersatu hati dengan Anda untuk mendoakan masalah yang sedang Anda hadapi.

Pendaftar Baru

Yang Sedang Online

None

 Artihidupku
Page
 
Visit
Artihidupku
 

Alternative flash content

Requirements

Alternative flash content

Requirements

Advent TV