Syalom…sejenak kita luangkan waktu untuk Renungan Malam

 

DITEBUS DARI KUTUK (GALATIA 3:9-14)

(Iman Perjanjian Lama)

             Para lawan Paulus merasa terganggu mendengar kata-katanya yang berani dalam Galatia 3:10. Mereka pasti tidak berpikir bahwa mereka beradadi bawah kutuk; yang mereka harapkan adalah berkat-berkat sebagai upah penurutan mereka. Namun, Paulus sangat tegas: “Karena semua orang, yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat, berada di bawah kutuk; Sebab ada tertulis, “Terkutuklah orang yang tidak setia melakukan segala tugas yang tertulis dalam kitab hukum Taurat.

            Paulus membandingkan kedua alternative yang ada: keselamatan melalui iman dan keselamatan melalui perbuatan. Perjanjian berkat dan kutuk dituliskan dalam Ulangan 27 dan 28 sangat jelas. Mereka yang menurut diberkati. mereka yang tidak menurut mendapat kutuk. itu berarti jika seseorang  ingin mengandalkan penurutan hukum agar dapat berkenan di hadapan Allah, maka seluruh  hukum harus dituruti; janganlah kita juga memilih sebagian dari hukum Taurat yang hendak ktia turuti. Kita tidak dapat memilih sebagian dari hukum Taurat yang hendak kita turuti; janganlah kita juga memiliki anggapan bahwa Allah bersedia mengabaikan beberapa kesalahan kecil. Kita harus menurutinya secara keseluruhan atau tidak sama sekali.

            Tentulah hal ini, menjadi kabar buruk bukan saja bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi namun juga bagi para penentang Paulus, “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah” (Roma 3:32). Tak peduli betapa kerasnya kita berusaha untuk menjadi baik, hukum hanya dapat mempersalahkan kita sebagai pelanggar hukum.

             Bagaimanakah Kristus membebaskan kita dari kutuk hukum Taurat? Lihat Galatia 3:13; 2 Korintus 5:21.

             Paulus memberikan kiasan yang lain untuk menjelaskan apa yang Allah telah lakukan bagi kita dalam Kristus. Kata menebus berarti “membeli kembali.” Istilah itu menggambarkan harga tebusan yang harus dibayar untuk membebaskan tawanan. Sebab upah dosa ialah maut, kutuk bagi mereka yang tidak dapat memelihara hukum seringkali dalam bentuk hukuman mati. Tebusan yang dibayarkan untuk keselamatan kita bukanlah sesuatu yang tidak bernilai; Allah harus menyerahkan  nyawa Anak-Nya (Yohanes 3:16). Yesus menebus kita dari kutuk dengan menanggung dosa-dosa kita (1 Korintus  6:20; 7:23). Dengan sukarela Dia menanggung kutuk yang seharusnya kita tanggung dan menggantikan tempat kita untuk menderita dan menerima hukuman dosa (2 Korintus 5:21).

            Paulus mengutip Ulangan 21:23 sebagai bukti dalam Kitab Suci. Menurut kebiasaan orang Yahudi, seseorang yang dinyatakan berada di bawah kutuk Allah bilamana dihukum, dengan cara digantung di atas kayu salib. Kematian Yesus di atas kayu  salib dapat dilihat sebagai contoh dari kutuk ini (Kisah. 5:30, 1 Petrus 2:24).

            Tidak heran, bila kemudian, salib menjadi batu sandungan bagi beberapa orang Yahudi yang tidak dapat menerima pandapat bahwa Mesias dikutuk oleh Allah. Namun inilah rencana Allah yang sesungguhnya. Benar, Mesias menanggung kutuk, tetapi kutuk itu bukanlah bagian-Nya -melainkan bagian kita!

 

Ayat Hari Ini

Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.

Amsal 1:7

Kutipan Hari Ini

Kita sering harus tunduk dan menangis di kaki Yesus karena kekurangan kita dan kesalahan, kita tapi kita tidak perlu berkecil hati.

Ellen G. White - Step to Christ, hal 64

Apabila Anda merasa terberkati oleh pelayanan ini, dan ingin berpartisipasi melalui Donasi Anda, silahkan klik button di bawah ini.

Login Form



Alternative flash content

Requirements

Kirim Doa

Anda tidak sendirian di dunia ini. Ada saudara-saudara yang ingin berbagi untuk memikul beban bersama Anda. Sampaikan masalah Anda, dan tim doa ArtiHidupku.com akan bersatu hati dengan Anda untuk mendoakan masalah yang sedang Anda hadapi.

Pendaftar Baru

Yang Sedang Online

None

 Artihidupku
Page
 
Visit
Artihidupku
 

Alternative flash content

Requirements

Alternative flash content

Requirements

Advent TV