“Demikianlah perbuatan Hizkia di seluruh Yehuda. Ia melakukan apa yang baik, apa yang jujur, dan apa yang benar dihadapan TUHAN, Allahnya. Dalam setiap usaha yang dimulainya untuk pelayanan terhadap rumah Allah, dan untuk pelaksanaan Taurat dan perintah Allah, ia mencari Allahnya. Semuanya dilakukannya dengan segenap hati, sehingga segala usahanya berhasil” (2 Tawarikh 31:20, 21).

Pemerintahan Hizkia berbeda dengan ayahnya, Ahas. Segera setelah dia menjadi raja, dia memulihkan pelayanan-pelayanan bait suci yang telah diabaikan dengan begitu lama, bekerja sama dengan orang-orang Lewi yang tetap setia kepada panggilan kudus mereka. Dia memanggil imam-imam untuk bersatu dengan dia didalam mengadakan reformasi yang perlu dan untuk memulainya dengan segera.

                Pada perbaktian yang pertama sejak bait suci itu dipulihkan, para pemimpin kota bergabung dengan Hizkia dan imam-imam dan orang-orang Lewi didalam memohon keampunan dosa-dosa bangsa itu. Orang banyak itu sekarang mendengar kata-kata Mikha dan Yesaya dengan keyakinan yang baru. Selama bertahun-tahun Paskah tidak diperingati sebagai hari raya nasional, dan Hizkia melakukan apa yang nampaknya tidak mungkin – dia mengundang orang-orang yang setia di kerajaan utara untuk bergabung dengan mereka yang ada di Yerusalem. Jalan-jalan dibersihkan dari patung-patung berhala yang ditaruh selama pemerintahan Ahas.

POKOK PIKIRAN: “Pemerintahan Hizkia ditandai dengan suatu rentetan peristiwa-peristiwa tuntunan Allah yang ajaib yang menegaskan kapada bangsa-bangsa di sekitar bahwa Allah Israel ada bersama umat-Nya. Keberhasilan orang-orang Asyur merebut Samaria dan di dalam menyerahkan umat sisa yang tercerai-berai dari kesepuluh suku ke antara bangsa-bangsa, pada bagian awal pemerintahannya, menyebabkan banyak orang bertanya-tanya tentang kuasa Tuhannya orang-orang Ibrani….Baru beberapa tahun kemudian, menjelang akhir pemerintahan Hizkia, untuk ditunjukkan kepada bangsa-bangsa di dunia apakah ilah-ilah orang kafir itu akan bertahan” (Prophets and Kings, hlm. 339).

PELAJARAN HARI INI: Pembaharuan adalah hasil dari kepemimpinan yang berserah. Apakah yang dapat saya lakukan sekarang – di rumah atau gereja – untuk memberikan pengaruh yang baik? 

Ayat Hari Ini

Hai anakku, dengarkanlah didikan ayahmu, dan jangan menyia-nyiakan ajaran ibumu

Amsal 1:8

Kutipan Hari Ini

Kita sering harus tunduk dan menangis di kaki Yesus karena kekurangan kita dan kesalahan, kita tapi kita tidak perlu berkecil hati.

Ellen G. White - Step to Christ, hal 64

Apabila Anda merasa terberkati oleh pelayanan ini, dan ingin berpartisipasi melalui Donasi Anda, silahkan klik button di bawah ini.

Login Form



Alternative flash content

Requirements

Kirim Doa

Anda tidak sendirian di dunia ini. Ada saudara-saudara yang ingin berbagi untuk memikul beban bersama Anda. Sampaikan masalah Anda, dan tim doa ArtiHidupku.com akan bersatu hati dengan Anda untuk mendoakan masalah yang sedang Anda hadapi.

Pendaftar Baru

Yang Sedang Online

None

 Artihidupku
Page
 
Visit
Artihidupku
 

Alternative flash content

Requirements

Alternative flash content

Requirements

Advent TV